Postingan

Ikhtiar Bersama Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Covid 19 (Bagian 2)

Gambar
Ikhtiar Bersama Pencegahan Dan Penanggulangan Wabah Covid 19 (Bagian 2) Oleh : M. Fithri, S.Ag (Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Banjar, KUA Kec. Sungai Tabuk) Nuansa Ramadhan Radio Swara Banjar 100,4 FM, 22 Ramadhan 1441 H/15 Mei 2020 M Kerja Sama Kementerian Agama Kab Banjar dengan Kemeninfokom Kab Banjar   Kerabat Dengar Radio Swara Banjar Rahimakumullah, Menarik membaca postingan di media sosial, yang menarasikan mengenai   "Kematian Sang Milyarder Antonio Viera Monteiro (Presdir Santander Bank Portugal)" akibat terinfeksi Covid 19 baru-baru ini, yang sempat viral di medsos. Cerita singkatnya begini ...Anaknya Sang Milyarder mengungkapkan "rintihannya"..."rasa penasarannya"... bahkan "rasa penyesalannya"... bahwa ternyata harta yang melimpah, yang dimiliki ayahnya yang berlimpah ruah itu, tidak bisa berbuat apa2 untuk menyelamatkan nyawa ayahnya, yang tengah kekurangan oksigen dalam menghadapi gangguan pernapasan.   Ayahnya s...

Pembiasaan Peradaban

Gambar
  PEMBIASAAN PERADABAN Oleh : M. Fithri*) Seorang guru akan bangga melihat siswanya berhasil, bahkanpun kalau itu melebihi prestasi gurunya, tapi bagaimana kalau mantan murid seolah-olah tidak mengenali gurunya? Seorang guru suatu hari sakit dan berobat di RS, ketika menunggu antrian, melintas seorang dokter yang secara sepintas mirip mantan muridnya, si guru berdiri dan mencoba menegur tapi tidak keburu, dokter tersebut berlalu begitu saja, si guru duduk kembali, mengumpulkan ingatan iya tidak si dokter tadi bekas muridnya, beberapa saat kemudian si dokter lewat lagi, kali ini si guru menyambangi dan berhadapan langsung, dan yakin memang bekas muridnya, si guru menegur dan diiyakan oleh bekas murid tersebut, tapi si murid cuma tersenyum dan berlalu begitu saja, si guru merasa kecewa dan langsung pulang tidak jadi berobat. Dalam kekecewaannya si guru sangat sedih, kebanggaan yang tadi sempat membuncah hilang seketika, seperti asap pupus ditiup angin, tapi masih menyisakan p...

MTQ dan Kesalehan Karakter

Gambar
  MTQ dan Kesalehan Karakter Oleh : M Fithri, S.Ag Nayla baru selesai tahfiz 1 juz dan tilawah pada MTQ ke 40 di Kec Simpang Empat Kab Banjar, gadis cilik kelas III SD itu disongsong kakaknya   Muhammad Rizky   yang juga akan mengikuti lomba yang sama tapi tahfiz 5 juz dan tilawah, mata berbinar gadis cilik itu menunjukkan keriangan hatinya, berbeda ketika belum maju tadi, sedikit tegang dan berkali-kali disabarkan dan dibimbing kakaknya menjaga bacaan hapalan, sambil menyimak tilawah, sesaat kemudian dari dalam tas keluar snack dan minuman, dan dengan santai Nayla kelihatan begitu menikmatinya. Ahmad seorang bocah laki-laki keluar dari tempat lomba, matanya deras mengalir air mata, berkali-kali sang bunda mengusap kepala dan memeluk berbisik menenangkan, “nak kamu sudah melakukan yang terbaik yang kamu bisa, mama tetap bangga, belum bisa menjawab tadi, tidak apa-apa, lain kali kamu Insya Allah bisa” si bocah masih sesunggukan, kelihatan sangat sedih, karena tadi di...

K H AHMAD ANSHARI

Gambar
KH AHMAD ANSHARI   K.H. Ahmad Anshari bin Hasan Basri Al-Banjari. Lahir di kota Banjarmasin jalan Nagasari pada hari Senin 16 November 1956. Pada usia 6 tahun beliau masuk sekolah SDN Melati, jalan Cempaka 7 & selesai pada tahun 1969. Kemudian beliau melanjutkan ke pesantren Darussalam Martapura. Pada usia 13 tahun beliau masuk tarekat Syadziliyah, beliau berbaiat kepada Tuan Guru Muhammad Noor dalam pagar. Ketika naik ke tingkat aliyah, ia ber­guru kepada almarhum Guru Sekumpul, atau akrab dipanggil “Guru Ijai”/Syekh Ahmad Zaini bin Abdul Ghani kemudian belajar kitab hadits Al-Arba’in kepada K.H. Syarwani Zuhri, pengasuh PP Albanjari di Balikpapan, juga kepada almarhun Tuan Guru Salim Ma’ruf, sebagai pemimpin PP Darussalam waktu itu. Namun belum selesai pelajarannya, Ahmad Anshari keluar, karena kekurangan biaya. Ketika menganggur, Ahmad Anshari muda sempat ikut bekerja sebagai pendulang intan, dan pekerjaan kasar lain, sehingga pada suatu kali ada orang yang mengaja...

Wakaf Produktif, Menuju Kesejahteraan Ummat & Bangsa

Gambar
WAKAF PRODUKTIF ,  MENUJU KESEJAHTERAAN UMMAT & BANGSA O leh : M Fithri, S.Ag*) Bicara tentang wakaf, maka bicara tentang wirausaha, karena seorang nadzir (penerima amanah wakaf/pengelola), harus peka dan jeli menangkap peluang untuk menjadikan wakaf yang menjadi produktif, juga harus bisa memprediksikan resiko untung-rugi, daya dukung, potensi pengembangan sampai dengan capaian balik modal. Dan juga mencari jaringan dan kerja sama dengan lembaga fihak peminjam modal, misalnya agniya lain atau perbankan. Yang juga harus diperhatikan nadzir, wakaf umumnya berupa wasiat lisan dengan disaksikan oleh beberapa orang saksi, kalau ini tidak dituangkan dalam bentuk tertulis, maka bisa menjadi persoalan di kemudian hari, tidak mustahil terjadi sekolah/masjid yang sudah dibangun di atas tanah wakaf dengan megah dan telah berjalan lama, bisa dengan mudah kalah digugat oleh ahli waris, karena tidak ada bukti outentik tertulis, apalagi kalau para saksi sudah meninggal, karena itu menjadi ...

Wakaf Produktif, Membangkit Batang Terendam

Gambar
WAKAF PRODUKTIF , MEMBANGKIT BATANG TERENDAM O leh : M Fithri, S.Ag*)   Adalah sumur Raumah, milik seorang Yahudi di kota Madinah, sumur tersebut   dimusim kering sekalipun tetap ada airnya, seluruh warga Madinah mengandalkan sumur ini, oleh pemiliknya air sumur tersebut dijual dan menjadi komoditi dagang yang sangat menguntungkan karena semua orang memerlukannya.   Khalifah Utsman bin Affan, berpikir seandainya sumur itu bisa dibeli dan dikuasai akan sangat bermanfaat untuk kaum muslimin, orang yahudi terkenal cerdik, apalagi sangat menguntungkan tidak mungkin akan mau menjualnya, akan tetapi Utsman Bin Affan tidak kalah cerdik dan sebagai pedagang ulung mencari cara untuk membeli sumur tersebut. Oleh Utsman bin Affan menawarkan membeli tidak secara penuh, yaitu sehari menjadi milik Utsman bin Affan dan sehari menjadi milik Raumah, setelah berpikir beberapa lama Raumah menyetujui transaksi jual beli seperti itu, karena dia berfikir, dengan di jual separuh, dia masi...