Wudhu & Hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan Covid 19

 


Wudhu dan Hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan Covid 19

Oleh : M. Fithri, S.Ag

(Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Banjar, KUA Kec. Sungai Tabuk)

Nuansa Ramadhan Radio Swara Banjar 100,4 FM, Jum’at, 9 Oktober 2020 M

Kerja Sama Kementerian Agama Kab Banjar dengan Kemeninfokom Kab Banjar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, nahmaduhu wanastaiinu wanastaghfiruhu, wana udzubillahi min syururi anfusina wamin saayyiati a’malina, mayahdillahu fala mudhillalaah wamaayudh lilhu fala haadiya lahu, Allahumma shalli wa sallim a’la sayyidinaa muhammadin wa a’la alihi wa sahbihi ajma’in, amma ba’du.

Sebagai hamba Allah yang beriman, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan  iman lahir dan batin, serta kekuatan, kesehatan kepada kita semua, sehingga terhindar dari wabah penyakit, sehingga kita masih diberinya kesempatan untuk beramal saleh,  dan menghambakan diri kepada Allah SWT.

Shalawat serta salam, tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia, dari peradaban hidup yang jahiliyah, menuju pada peradaban hidup yang modern, yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya, di hari akhir kelak.

Pada kesempatan ini, perkenankan kami Muhammad Fithri, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjar, bertugas di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sungai Tabuk, menyampaikan tausiah dan berbagi informasi dengan judul “Wudhu dan hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan  Covid 19”.

Dalam Islam bersuci ( thaharah ) memiliki posisi yang sangat penting bahkan menjadi bab pertama dalam pembelajaran fiqih. Bersuci merupakan perintah agama yang bisa dikatakan selevel lebih tinggi dari sekadar bersih-bersih. Sebab, tak setiap yang bersih adalah suci.

Thahârah terbagi menjadi dua, yakni bersuci dari najis dan bersuci dari hadats. Bersuci dari najis dilakukan dengan berbagai cara tergantung dengan tingkatan najis: berat (mughalladhah), sedang (mutawassithah), atau ringan (mukhaffafah). Sementara bersuci dari hadats dilakukan dengan wudhu (untuk hadats kecil) dan mandi (untuk hadats besar) atau tayamum bila dalam kondisi terpaksa.

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, perintah bersuci ini mengandung hikmah atau kebijaksanaan. Setidaknya ada empat hikmah tentang disyariatkannya thahârah sebagaimana disarikan dari kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali asy-Asyarbaji.

Pertama, bersuci merupakan bentuk pengakuan Islam terhadap fitrah manusia. Manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk hidup bersih dan menghindari sesuatu yang kotor dan jorok. Karena Islam adalah agama fitrah maka ia pun memerintahkan hal-hal yang selaras dengan fitrah manusia.

Kedua, menjaga kemulian dan wibawa umat Islam. Orang Islam mencintai kehidupan bermasyarakat yang aman dan nyaman. Islam tidak menginginkan umatnya tersingkir atau dijauhi dari pergaulan lantaran persoalan kerbersihan. Seriusnya Islam soal perintah bersuci ini menunjukkan komitmennya yang tinggi akan kemuliaan para pemeluknya.

Ketiga, menjaga kesehatan. Kebersihan merupakan bagian paling penting yang memelihara seseorang dari terserang penyakit. Ragam penyakit yang tersebar umumnya disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Karena itu tidak salah pepatah mengungkapkan, “kebersihan adalah pangkal kesehatan”.

Anjuran untuk membersihkan badan, membasih wajah, kedua tangan, hidung, dan kedua kaki, berkali-kali saban hari relevan dengan kondisi dan aktivitas manusia. Sebab, anggota-anggota tubuh itu termasuk yang paling sering terpapar kotoran.

Keempat, menyiapkan diri dengan kondisi terbaik saat menghadap Allah: tidak hanya bersih tapi juga suci. Dalam shalat, doa, dan munajatnya, seorang hamba memang seyogianya suci secara lahir dan batin, bersih jasmani dan rohani, karena Allah yuhhibbut tawwâbîna yayuhibbul mutathahhirîna (mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri)

Thaharah sebagai Perlindungan Diri dari Virus Corona

Dalam persoalan bersuci (thaharah), sesunguhnya tanpa disadari mengandung muatan untuk menghindarkan diri dari kuman penyakit. Karena itu, syariah Islam tidak hanya mengatur ketentuan menyangkut media bersucinya, berupa air atau tanah, tetapi juga mengatur tata cara bersuci.

Dalam hal membersihkan kotoran tertentu, diperlukan hingga 7x siraman dengan air mengalir, yang di antara itu harus membersihkan bagian yang terkena najis tertentu itu, dengan tanah. Najis dalam pengertian luas adalah segala sesuatu kotoran, yang berbahaya bagi tubuh, termasuk kuman penyakit semacam COVID-19.

Agar tubuh tetap bersih dan menghindari berbagai penyakit, Sunah Rasul menuntun untuk bersiwak/gosok gigi utamanya hendak tidur, setelah makan dan hendak salat.

Berwudhu dengan benar, yang disunahkan dimulai dengan berkumur, dan istinsyaq atau menghirup air ke dalam rongga hidung adalah cara yang baik untuk menjaga masuknya virus ke dalam tubuh. Lalu membasuk muka, kemudian menyapu kepala, yakni mengosok-gosokan jari yang basah ke seluruh bagian kepala, adalah hal yang sangat penting dan baik untuk membangkitkan seluruh syaraf dibagian kepala. Coba lakukan dengan benar dan rasakan manfaatnya.

Secara keseluruhan aspek penting lain dalam ritual berwudhu adalah menstabilkan suhu badan pada temperatur normal, sehingga tubuh akan terasa lebih segar. Maka sangat wajar jika dalam mengadapi corona, berwudhu ini direkomendasikan dan dianjurkan banyak pihak.

Demikian juga syariah mengatur pakaian menutup aurat, yang tidak hanya bermakna secara etis, tetapi juga untuk menjaga kesehatan. Selain itu juga disunahkan memakai wewangian, karena renik patogen, cenderung berbau busuk dan tidak nyaman di lingkungan yang wangi.

Mengingat suhu tubuh manusia normal dalam kisaran 36,5 sd 37,3 derajat Celcius, tidak didesain mengalami kejutan suhu. Sangat tepat mandi sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam. Dan agar tidak terjadi sock suhu, awali dengan berwudhu. Atau saat kehujanan, beradaptasi dulu dengan air biasa, dan tidak langsung mandi dengan air panas.

Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, sunah mengajarkan mengalirkan air tergenang, menutup bejana, menutup maknan dan minuman, menimbun bangkai dan hal-hal berbau busuk, menutup pintu dan jendela sebelum malam tiba dan membuka sebelum matahari terbit. Juga menutup mulut saat batuk, menguap atau bersin. Khusus bersin disertai untuk saling mendoakan.

Dalam hal-hal tertentu, sorban dan cadar sebagai kesunahan, sering dipandang sebelah mata. Padahal berguna fungsional, sebagai pelindung kepala di saat hujan atau panas terik, penutup hidung, melindungi wajah dan kepala dari tiupan angin dan debu. Singkatnya ia berfungsi multiguna termasuk sebagai penganti masker, penghangat tubuh di saat dingin, dll. Belakangan baru disadari dan beredar kabar bahwa Muslimah yang bercadar lebih kecil terjangkit virus corona. Subhanallah.

Tentu masih banyak hal tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang bagi seorang muslim sudah menyatu dalam kehidupan keseharian. Tentang menjaga kesucian itu, Allah SWT berfirman yang artinya Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur, (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 6).

Kajian Medis dari Wudhu: Mencegah Inveksi Virus dan Kuman

"Umatku (Kelak di hari kiamat) akan dipanggil putih bersinar karena bekas wudhuhnya (di dunia dulu)." (HR Bukhari) dr Ade Hashman. SP.An dalam bukunya yang berjudul Rahasia Kesehatan Rasulullah menjelaskan, wudhu merupakan pembasuhan dan pengenceran populasi mikroorganisme sehinga menurunkan risiko penyimpangan oportunistik. Di samping itu, wudhu juga memfasilitasi regenerasi kulit dan selaput lendir, yaknis pergantian sel-sel lama dan baru.
Kestabilan kulit ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci (wudhu) merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut. Khususnya kelembaban kulit. Kulit yang kering akan berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.

Dimulai dengan mencuci tangan
Kemampuan motorik dan sensorik dari tangan begitu kompleks karena telapak tangan manusia merupakan bagian tubuh yang paling fleksibel dan memiliki interaksi terbanyak dengan dunia luar. Ketika bersalaman, menggenggam, menyentuh sesuatu, atau kemampuan lentik jari yang menakjubkan dari seorang pianis, tangan manusia tentu akan kontak langsung dengan segala macam benda di sekelilingnya.

Disinyalir, lebih dari 70 persen penyakit infeksi (penyakit yang disebabkan virus, bakteri, jamur, atau cacing), disebabkan oleh kontaminasi lewat kontak dengan tangan. Dalam dunia medis, protokol standar pertama sebelum bekerja juga dimulai dengan mencuci tangan dan membilasnya dengan sabun, khususnya bila hendak melakukan operasi atau tindakan medis invasif. "Wudhu dimulai dengan mencuci kedua telapak tangan," kata dr Adh Hashman.

Kerabat Dengar Radio Swara Banjar Rahimakumullah,

 

Istinsyar
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan, "Apabila berwudhu hendaklah engkau berkumur-kumur." Menurut dr Ade Hashman, berkumur-kumur melindungi mulut dan tenggorokan dari inflamasi dan membersihkan gigi dari sisa makanan.

Istinsyaq
Istinsyaq atau menghirup air ke dalam hidung lalu dibuang kembali, merupakan suatu perbuatan yang mungkin tidak akan pernah dilakukan orang (apalagi secara rutin), kecuali jika ia berwudhu. Menurut ahli bedah tumor, Dr Bahar Azwar, SP.B.Onk, jika terdapat tumor yang letaknya tersembunyi di dalam hidung maka aliran air di dalam hidung yang menyapu area nasofaring tersebut akan menimbulkan pendarahan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan deteksi dini bagi penderita tumor di daerah nasofaring.

Struktur jalan nafas melalui hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan dan merupakan wilayah yang terbuka langsung dengan dunia luar. Dalam rongga hidung juga dihuni banyak kuman, seperti streptoccus, pneumonia, neisseria, dan hermophilus sp, sehinga di samping saluran pencernaan, saluran pernapasan merupakan pintu masuk yang sangat mudah bagi banyak penyakit infeksi.
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dipastikan merupakan penyakit terbanyak (No 1 dari 10 besar penyakit) yang diderita masyarakat yang terdata di berbagai Puskesmas.

"Dengan istinsyaq maka ada upaya membersihkan selaput dari lendir hidung yang mungkin terkontaminasi oleh udara kotor serta kuman,"kata dr Ade Hashman.

Membasuh wajah
Membasuh wajah membersihkannya dari sisa kotoran yang melekat dari sekret yang dikeluarkan oleh kelenjar kulit, juga mengeliminasi mikroorganisme. Sisa sekret biasanya mudah menjadi media pertumbuhan bakteri.

Kerabat Dengar Radio Swara Banjar Rahimakumullah,

Membasuh kedua tangan dan kaki
Membasuh (termasuk) membersihkan telapak kaki penting untuk mencegah berbagai infeksi kuman. Khususnya, di negara berkembang. Sementara untuk membasuh tangan, memutus transmisi jalur infeksi fekal oral.

Manfaat Wudhu bagi Kesehatan

1. Membersihkan Kuman

Meskipun wudhu tidak diresepkan sebagai obat. Akan tetapi ada manfaat wudhu secara medis yaitu dapat meningkatkan kesehatan manusia. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, kita menyentuh berbagai hal saat beraktivitas. Sehingga jika rajin berwudhu, sudah pasti kita mencuci tangan hingga muka dengan air mengalir. Kuman pun akan hilang.

Tindakan awal yang dilakukan ketika berwudu adalah membasuh telapak tangan. Ini sudah jelas apa manfaatnya. Karena membasuh tangan bisa mengusir kuman-kuman yang menempel.

Lalu ketika berkumur juga akan membersihkan mulut dari kuman. Dengan berkumur ketika wudhu maka akan membebaskan mulut dari kuman-kuman yang secara permanen (tetap) berada di air liur, di atas permukaan gigi dan lidah serta di seluruh bagian mulut.

Tidak hanya itu, berkumur (=Istinsyar) saat wudhu juga bisa menjaga mulut dari berbagai penyakit gusi dan radangnya, dari kerusakan gigi serta memperkuat otot-otot mulut dan wajah serta melindunginya dari infeksi saluran pernapasan.

Tindakan berikutnya adalah istinsyaq atau menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya. Ini juga memiliki manfaat secara medis untuk membersihkan hidung dari kuman yang ada di dalamnya.

Orang yang senantiasa berwudhu dengan baik, maka hidung mereka akan benar-benar terbebas dari segala kuman yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serta mencegah kuman berpindah atau masuk ke dalam sistem pernapasan.

Dari sudut pandang pengobatan secara medis oleh Mokhtar Salem dalam bukunya berjudul "Prayers: a Sport for the Body and Soul (Sholat: Olahraga untuk Jasmani dan Rohani)" menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan karena terpaparkan kulit oleh bahan-bahan kimia yang menempel setiap hari dan terserap oleh kulit. Membersihkannya dengan air (berwudhu) minimal lima kali sehari jadi salah satu cara efektif untuk mencegahnya.

2. Melindungi, membersihkan dan memberikan Kesegaran pada kulit wajah dari Kerutan

Berikutnya ketika membasuh wajah maka dapat membersihkan serta memberikan kesegaran pada kulit wajah. Dengan membasuh wajah tersebut akan membebaskan wajah dari kuman-kuman dan debu.

Tidak hanya itu, manfaat lain yang akan diperoleh yakni terlindunginya kulit wajah dari infeksi bermacam-macam yang dapat menyebabkan masalah kulit wajah seperti jerawat, komedo dan lain sebagainya. Selain itu, berwudhu juga bisa mengurangi depresi pada wajah, membantu peremajaan kulit, serta membantu kulit kita untuk bernapas.

Berwudhu dengan cara membasuh wajah ternyata bisa membantu melindungi wajah dari kerutan. Membasuh wajah bisa meremajakan sel-sel kulit wajah dan membantu cegah keriput.

Selain itu, kita juga disarankan untuk berwudhu sebelum tidur. Hal ini termasuk sunnah Rasulullah yang tujuannya agar setiap muslim dalam kondisi suci di setiap keadaan, meskipun saat tidur.

Tentang sunnah ini, Rasulullah telah menjelaskan dalam sabda beliau yang diriwayatkan dari sahabat Al Barra' bin 'Azib bahwasanya beliau berkata:

"Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk sholat." (HR. Al Bukhari No. 6311 dan Muslim No. 2710).

3. Cegah Masalah Kesehatan

Manfaat wudhu secara medis salah satunya adalah pencegahan mulut dari penyakit. Selama berwudhu dan ketika berkumur-kumur dapat membantu hilangkan partikel makanan dan bakteri dari mulut.

Tidak hanya itu, berkumur saat wudhu juga bisa menjaga mulut dari berbagai penyakit gusi dan radangnya, dari kerusakan gigi serta memperkuat otot-otot mulut dan wajah serta melindunginya dari infeksi saluran pernapasan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Microbiology Reviews Journal dengan judul 'Penyakit Sistemik yang Disebabkan oleh Infeksi Oral' telah menemukan hubungan antara kurangnya penyakit sistemik dengan kesehatan mulut.

Penyakit sistemik ini termasuk Penyakit Kardiovaskular, Osteoporosis, Pneumonia hingga komplikasi terkait diabetes.

Dalam dunia kesehatan, istinsyaq sama halnya dengan nasal irigation yang berarti mencuci rongga hidung dari segala macam kotoran yang ada di dalamnya mulai dari debu hingga bakteri.

Dikutip dari detikHealth beberapa waktu lalu, dr Bagas Wicaksono SpTHT-KL dari RSIA Kemang Medical Care mengatakan,"Itu bisa membantu mencuci semua kuman-kuman atau alergi yang kayak debu ataupun bakteri ataupun virus dari hidung. Cuma kalau dilakukan harus sampai ke belakang."

Kalau dalam sehari kita melakukan sholat 5 waktu dan setiap berwudhu beristinsyaq sebanyak tiga kali, maka dalam sehari kita sudah membersihkan rongga hidung sebanyak 15 kali.

Jika rongga hidung bersih, kita tentu akan terhindar dari berbagai penyakit saluran pernapasan seperti influenza hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

4. Melancarkan Peredaran Darah dan Menghilangkan Sisa Keringat di Kulit

Selanjutnya membasuh kedua tangan serta wajah ketika berwudhu bisa menghilangkan sisa-sisa keringat yang menumpuk di permukaan kulit serta bisa membuat kulit dapat bernapas dengan baik. Menurut pakar ilmuwan, membasuh kedua tangan dapat membuang energi buruk yang ada di dalam tubuh manusia melalui ujung jari yang dialiri air.

Pada tangan sampai siku juga terdapat titik akupuntur yang bisa menyembuhkan penyakit pada dada, paru-paru, tenggorokan, lambung, dan anggota gerak lainnya. Selain itu, titik-titik tersebut juga bisa menghilangkan rasa cemas.

Dikutip dalam buku "Dahsyatnya Terapi Wudhu" oleh Muhammad Syafie el-Bantanie, berwudhu yang dilakukan secara teratur bisa membantu lancarkan peredaran darah. Saat kulit bersentuhan dengan air, maka akan terjadi normalisasi suhu tubuh karena bertemunya suhu panas dalam tubuh dengan suhu dingin air. Tubuh menjadi sejuk dan peredaran lancar.

Ketika peredaran tubuh lancar, maka kerja jantung menjadi optimal. Hal ini mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan menghindarkan tubuh dari risiko serangan jantung.

5. Membuat Otak Lebih Jernih, Merangsang Titik Pendengaran dan Keseimbangan Telinga sehingga Mudah Berkonsentrasi

Langkah selanjutnya membasuh sebagian kepala/rambut ketika wudhu juga dipercaya dapat membuat otak menjadi lebih jernih dalam berpikir, mempertajam ingatan, mencegah kerontokan rambut serta bisa terhindar dari penyakit pikun. Hal ini bisa terjadi karena pada area tersebut terdapat titik-titik yang berhubungan dengan otak dan syaraf manusia.

Langkah membasuh kedua telinga dalam gerakan wudhu berarti membersihkan telinga dari kotoran, debu dan kuman yang menempel pada daun telinga dan lekukan-lekukannya. Selain itu, membersihkan telinga juga bisa merangsang titik pendengaran dan keseimbangan telinga.

Dengan membasuh telinga ketika berwudhu tentu saja akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seolah menstimulasi punggung dan ruas-ruas tulang belakang.

Saat berwudhu kita diwajibkan untuk mengusap kepala dengan air. Ini akan memberikan efek segar pada kepala yang membuat pikiran menjadi tenang dan mudah berkonsentrasi. Para ahli saraf menyebutkan bahwa air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung saraf jari tangan dan jari kaki dapat mempengaruhi konsentrasi dan pikiran.

Langkah terakhir adalah membasuh kaki disertai pijatan ternyata bermanfaat secara medis untuk melindungi kulit area kaki dari serangan jamur.

Tidak hanya itu, gerakan ini juga dapat mencegah datangnya berbagai penyakit kulit di area ini. Pijatan tersebut juga bisa mengaktifkan kembali aliran darah di pembuluh darah di bawah kulit.

Orang yang membasuh kaki sampai telapak kaki dengan air dapat memunculkan perasaan tenang dan nyaman ketika telah selesai wudhu. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tersebut terbebas dari bertumpuknya emosi psikologi yang buruk.

Berwudhu bertujuan untuk menyucikan diri dan jiwa. Wudhu memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Bukan sekadar membasuh bagian-bagian tubuh dengan air tetapi juga bisa menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit.

Ketika melakukan sholat lima waktu juga tidak sah jika tak berwudhu. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: "Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima, ketika masih berhadats sampai dia berwudhu." (HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225).

Dalam surat Al-Maidah ayat 6, Allah mewajibkan kita untuk berwudhu sebelum melaksanakan sholat. Al-qur'an menerangkan:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS Al-Maidah:6).

Dalam agama Islam kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Dikutip dalam buku "Kedahsyatan Wudhu" oleh Drs. Moehari Kardjono, berwudhu juga dapat menggugurkan dosa, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, tatkala ia membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya, bersamaan dengan air itu atau dengan tetesan terakhirnya. Apabila dia membasuh dua tangannya, maka akan keluar seluruh dosa yang dilakukan dengan tangannya, bersamaan dengan air itu atau tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya, maka keluarlah seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya, bersama air atau tetesannya yang terakhir, sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Muslim).

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga ada manfaatnya, dan kita dapat melaksanakannya. Untuk itu marilah kita berdoa bersama sama, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua, Yang terbaik menurut Allah.  Rabbana zolamna ampusana wa illam tagfirlana, latarhamna lanakunannaminal khosirin, Robbana aatina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina ajaa bannaar. Aamiin yaa Mujibbasailiin

Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar, datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar.  Dan yang salah, khilaf, atau keliru,  datangnya dari kami pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.

Akhirul kalam, subhanakallahu maa wabihamdik, asyhadu allaa ilaaha anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thaaryq. 

Wallahu ‘alam bis shawab.

Summasassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

 

Sungai Tabuk, 09 Oktober 2020 M,

ASN Penyuluh Agama Islam Kemenag RI Kab Banjar KUA Sungai Tabuk

Wakil Sekretaris ICMI Orwil Kalimantan Selatan

Pengurus Wilayah IGI Kalimantan Selatan

Wakil Sekretaris Koalisi Kependudukan Kalimantan Selatan

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerak Senyap Kemenag Banjar dan Menyikapi Musibah Banjir

Opini Prihatin Musibah Banjir Kalsel 2021

Agenda Tersembunyi Praktek Pernikahan Beda Agama