Wudhu & Hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan Covid 19
Wudhu dan Hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan Covid 19
Oleh : M. Fithri, S.Ag
(Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Banjar, KUA Kec. Sungai
Tabuk)
Nuansa Ramadhan Radio Swara Banjar 100,4 FM, Jum’at, 9 Oktober
2020 M
Kerja Sama Kementerian
Agama Kab Banjar dengan Kemeninfokom Kab Banjar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, nahmaduhu
wanastaiinu wanastaghfiruhu, wana udzubillahi min syururi anfusina wamin
saayyiati a’malina, mayahdillahu fala mudhillalaah wamaayudh lilhu fala haadiya
lahu, Allahumma shalli wa sallim a’la sayyidinaa muhammadin wa a’la alihi wa
sahbihi ajma’in, amma ba’du.
Sebagai hamba Allah yang beriman, marilah kita
panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan iman
lahir dan batin, serta kekuatan, kesehatan kepada kita semua,
sehingga terhindar dari wabah penyakit, sehingga kita masih diberinya
kesempatan untuk beramal saleh, dan
menghambakan diri kepada Allah SWT.
Shalawat serta salam, tidak lupa kita kirimkan
kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat
manusia, dari peradaban hidup yang jahiliyah, menuju pada peradaban hidup yang
modern, yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti yang
kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat, yang
berhak mendapatkan syafaatnya, di hari akhir kelak.
Pada kesempatan ini, perkenankan kami Muhammad
Fithri, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjar, bertugas di
Kantor Urusan Agama Kecamatan Sungai Tabuk, menyampaikan tausiah dan berbagi
informasi dengan judul “Wudhu dan hikmahnya, Ikhtiar Mencegah Penularan Covid 19”.
Dalam Islam bersuci ( thaharah ) memiliki posisi yang sangat penting
bahkan menjadi bab pertama dalam pembelajaran fiqih. Bersuci merupakan
perintah agama yang bisa dikatakan selevel lebih tinggi dari sekadar
bersih-bersih. Sebab, tak setiap yang bersih adalah suci.
Thahârah terbagi menjadi dua, yakni bersuci dari najis dan bersuci dari
hadats. Bersuci dari najis dilakukan dengan berbagai cara tergantung dengan
tingkatan najis: berat (mughalladhah), sedang (mutawassithah), atau ringan
(mukhaffafah). Sementara bersuci dari hadats dilakukan dengan wudhu (untuk
hadats kecil) dan mandi (untuk hadats besar) atau tayamum bila dalam kondisi
terpaksa.
Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, perintah bersuci ini mengandung hikmah
atau kebijaksanaan. Setidaknya ada empat hikmah tentang disyariatkannya
thahârah sebagaimana disarikan dari kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil
Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali
asy-Asyarbaji.
Pertama, bersuci merupakan bentuk pengakuan Islam
terhadap fitrah manusia. Manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk hidup
bersih dan menghindari sesuatu yang kotor dan jorok. Karena Islam adalah agama
fitrah maka ia pun memerintahkan hal-hal yang selaras dengan fitrah manusia.
Kedua, menjaga kemulian dan wibawa umat Islam.
Orang Islam mencintai kehidupan bermasyarakat yang aman dan nyaman. Islam tidak
menginginkan umatnya tersingkir atau dijauhi dari pergaulan lantaran persoalan
kerbersihan. Seriusnya Islam soal perintah bersuci ini menunjukkan komitmennya
yang tinggi akan kemuliaan para pemeluknya.
Ketiga, menjaga kesehatan. Kebersihan merupakan
bagian paling penting yang memelihara seseorang dari terserang penyakit. Ragam
penyakit yang tersebar umumnya disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Karena
itu tidak salah pepatah mengungkapkan, “kebersihan adalah pangkal kesehatan”.
Anjuran
untuk membersihkan badan, membasih wajah, kedua tangan, hidung, dan kedua kaki,
berkali-kali saban hari relevan dengan kondisi dan aktivitas manusia. Sebab,
anggota-anggota tubuh itu termasuk yang paling sering terpapar kotoran.
Keempat, menyiapkan diri dengan kondisi terbaik
saat menghadap Allah: tidak hanya bersih tapi juga suci. Dalam shalat, doa, dan
munajatnya, seorang hamba memang seyogianya suci secara lahir dan batin, bersih
jasmani dan rohani, karena Allah yuhhibbut tawwâbîna yayuhibbul
mutathahhirîna (mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan
diri)
Thaharah
sebagai Perlindungan Diri dari Virus Corona
Dalam persoalan bersuci (thaharah), sesunguhnya tanpa disadari
mengandung muatan untuk menghindarkan diri dari kuman penyakit. Karena itu,
syariah Islam tidak hanya mengatur ketentuan menyangkut media bersucinya,
berupa air atau tanah, tetapi juga mengatur tata cara bersuci.
Dalam hal membersihkan kotoran tertentu, diperlukan hingga 7x siraman
dengan air mengalir, yang di antara itu harus membersihkan bagian yang terkena
najis tertentu itu, dengan tanah. Najis dalam pengertian luas adalah segala
sesuatu kotoran, yang berbahaya bagi tubuh, termasuk kuman penyakit semacam
COVID-19.
Agar tubuh tetap bersih dan menghindari berbagai penyakit, Sunah Rasul
menuntun untuk bersiwak/gosok gigi utamanya hendak tidur, setelah makan dan
hendak salat.
Berwudhu
dengan benar, yang disunahkan dimulai dengan berkumur, dan istinsyaq atau
menghirup air ke dalam rongga hidung adalah cara yang baik untuk menjaga
masuknya virus ke dalam tubuh. Lalu membasuk muka, kemudian menyapu kepala,
yakni mengosok-gosokan jari yang basah ke seluruh bagian kepala, adalah hal
yang sangat penting dan baik untuk membangkitkan seluruh syaraf dibagian
kepala. Coba lakukan dengan benar dan rasakan manfaatnya.
Secara keseluruhan aspek penting lain dalam ritual berwudhu adalah
menstabilkan suhu badan pada temperatur normal, sehingga tubuh akan terasa
lebih segar. Maka sangat wajar jika dalam mengadapi corona, berwudhu ini
direkomendasikan dan dianjurkan banyak pihak.
Demikian juga syariah mengatur pakaian menutup aurat, yang tidak hanya
bermakna secara etis, tetapi juga untuk menjaga kesehatan. Selain itu juga
disunahkan memakai wewangian, karena renik patogen, cenderung berbau busuk dan
tidak nyaman di lingkungan yang wangi.
Mengingat suhu tubuh manusia normal dalam kisaran 36,5 sd 37,3 derajat
Celcius, tidak didesain mengalami kejutan suhu. Sangat tepat mandi sebelum
matahari terbit dan sebelum tenggelam. Dan agar tidak terjadi sock suhu,
awali dengan berwudhu. Atau saat kehujanan, beradaptasi dulu dengan air biasa,
dan tidak langsung mandi dengan air panas.
Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, sunah mengajarkan mengalirkan air
tergenang, menutup bejana, menutup maknan dan minuman, menimbun bangkai dan
hal-hal berbau busuk, menutup pintu dan jendela sebelum malam tiba dan membuka
sebelum matahari terbit. Juga menutup mulut saat batuk, menguap atau bersin.
Khusus bersin disertai untuk saling mendoakan.
Dalam
hal-hal tertentu, sorban dan cadar sebagai kesunahan, sering dipandang sebelah
mata. Padahal berguna fungsional, sebagai pelindung kepala di saat hujan atau
panas terik, penutup hidung, melindungi wajah dan kepala dari tiupan angin dan
debu. Singkatnya ia berfungsi multiguna termasuk sebagai penganti masker,
penghangat tubuh di saat dingin, dll. Belakangan baru disadari dan beredar
kabar bahwa Muslimah yang bercadar lebih kecil terjangkit virus corona.
Subhanallah.
Tentu masih banyak hal tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang
bagi seorang muslim sudah menyatu dalam kehidupan keseharian. Tentang menjaga
kesucian itu, Allah SWT berfirman yang artinya Allah tidak ingin menyulitkan
kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu,
agar kamu bersyukur, (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 6).
Kajian Medis dari Wudhu: Mencegah Inveksi Virus
dan Kuman
"Umatku
(Kelak di hari kiamat) akan dipanggil putih bersinar karena bekas wudhuhnya (di
dunia dulu)." (HR Bukhari) dr Ade Hashman. SP.An
dalam bukunya yang berjudul Rahasia Kesehatan Rasulullah menjelaskan,
wudhu merupakan pembasuhan dan pengenceran populasi mikroorganisme sehinga
menurunkan risiko penyimpangan oportunistik. Di samping itu, wudhu juga
memfasilitasi regenerasi kulit dan selaput lendir, yaknis pergantian sel-sel
lama dan baru.
Kestabilan kulit ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci
(wudhu) merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut. Khususnya
kelembaban kulit. Kulit yang kering akan berbahaya bagi kesehatan kulit terutama
mudah terinfeksi kuman.
Dimulai dengan mencuci tangan
Kemampuan motorik dan sensorik dari tangan begitu kompleks karena telapak
tangan manusia merupakan bagian tubuh yang paling fleksibel dan memiliki interaksi
terbanyak dengan dunia luar. Ketika bersalaman, menggenggam, menyentuh sesuatu,
atau kemampuan lentik jari yang menakjubkan dari seorang pianis, tangan manusia
tentu akan kontak langsung dengan segala macam benda di sekelilingnya.
Disinyalir, lebih dari 70 persen penyakit infeksi
(penyakit yang disebabkan virus, bakteri, jamur, atau cacing), disebabkan oleh
kontaminasi lewat kontak dengan tangan. Dalam dunia medis, protokol standar
pertama sebelum bekerja juga dimulai dengan mencuci tangan dan membilasnya
dengan sabun, khususnya bila hendak melakukan operasi atau tindakan medis
invasif. "Wudhu dimulai dengan mencuci kedua telapak tangan," kata dr
Adh Hashman.
Kerabat Dengar Radio Swara Banjar Rahimakumullah,
Istinsyar
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan, "Apabila
berwudhu hendaklah engkau berkumur-kumur." Menurut dr Ade
Hashman, berkumur-kumur melindungi mulut dan tenggorokan dari inflamasi dan membersihkan
gigi dari sisa makanan.
Istinsyaq
Istinsyaq atau menghirup air ke dalam hidung lalu dibuang kembali, merupakan
suatu perbuatan yang mungkin tidak akan pernah dilakukan orang (apalagi secara
rutin), kecuali jika ia berwudhu. Menurut ahli bedah tumor, Dr Bahar Azwar,
SP.B.Onk, jika terdapat tumor yang letaknya tersembunyi di dalam hidung maka
aliran air di dalam hidung yang menyapu area nasofaring tersebut akan
menimbulkan pendarahan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan deteksi dini
bagi penderita tumor di daerah nasofaring.
Struktur jalan nafas melalui hidung merupakan basis pertahanan pertama
pernapasan dan merupakan wilayah yang terbuka langsung dengan dunia luar. Dalam
rongga hidung juga dihuni banyak kuman, seperti streptoccus, pneumonia,
neisseria, dan hermophilus sp, sehinga di samping saluran pencernaan, saluran
pernapasan merupakan pintu masuk yang sangat mudah bagi banyak penyakit
infeksi.
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dipastikan merupakan penyakit
terbanyak (No 1 dari 10 besar penyakit) yang diderita masyarakat yang terdata
di berbagai Puskesmas.
"Dengan istinsyaq maka ada upaya
membersihkan selaput dari lendir hidung yang mungkin terkontaminasi oleh udara
kotor serta kuman,"kata dr Ade Hashman.
Membasuh wajah
Membasuh wajah membersihkannya dari sisa kotoran yang melekat dari sekret yang
dikeluarkan oleh kelenjar kulit, juga mengeliminasi mikroorganisme. Sisa sekret
biasanya mudah menjadi media pertumbuhan bakteri.
Kerabat Dengar Radio Swara Banjar Rahimakumullah,
Membasuh kedua tangan dan kaki
Membasuh (termasuk) membersihkan telapak kaki penting untuk mencegah berbagai
infeksi kuman. Khususnya, di negara berkembang. Sementara untuk membasuh
tangan, memutus transmisi jalur infeksi fekal oral.
Manfaat
Wudhu bagi Kesehatan
1.
Membersihkan Kuman
Meskipun
wudhu tidak diresepkan sebagai obat. Akan tetapi ada manfaat wudhu secara medis
yaitu dapat meningkatkan kesehatan manusia. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari,
kita menyentuh berbagai hal saat beraktivitas. Sehingga jika rajin berwudhu,
sudah pasti kita mencuci tangan hingga muka dengan air mengalir. Kuman pun akan
hilang.
Tindakan awal
yang dilakukan ketika berwudu adalah membasuh telapak tangan. Ini sudah jelas
apa manfaatnya. Karena membasuh tangan bisa mengusir kuman-kuman yang menempel.
Lalu ketika berkumur
juga akan membersihkan mulut dari kuman. Dengan berkumur ketika wudhu maka akan
membebaskan mulut dari kuman-kuman yang secara permanen (tetap) berada di air
liur, di atas permukaan gigi dan lidah serta di seluruh bagian mulut.
Tidak hanya
itu, berkumur (=Istinsyar) saat wudhu juga bisa menjaga mulut dari berbagai
penyakit gusi dan radangnya, dari kerusakan gigi serta memperkuat otot-otot
mulut dan wajah serta melindunginya dari infeksi saluran pernapasan.
Tindakan berikutnya adalah istinsyaq atau menghirup air ke hidung dan
mengeluarkannya. Ini juga memiliki manfaat secara medis untuk membersihkan
hidung dari kuman yang ada di dalamnya.
Orang
yang senantiasa berwudhu dengan baik, maka hidung mereka akan benar-benar
terbebas dari segala kuman yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serta
mencegah kuman berpindah atau masuk ke dalam sistem pernapasan.
Dari
sudut pandang pengobatan secara medis oleh Mokhtar Salem dalam bukunya berjudul
"Prayers: a Sport for the Body and Soul (Sholat: Olahraga untuk Jasmani
dan Rohani)" menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis
kanker ini lebih banyak disebabkan karena terpaparkan kulit oleh bahan-bahan
kimia yang menempel setiap hari dan terserap oleh kulit. Membersihkannya dengan
air (berwudhu) minimal lima kali sehari jadi salah satu cara efektif untuk
mencegahnya.
2.
Melindungi, membersihkan dan memberikan Kesegaran pada kulit wajah dari Kerutan
Berikutnya ketika membasuh wajah maka dapat membersihkan serta memberikan
kesegaran pada kulit wajah. Dengan membasuh wajah tersebut akan membebaskan
wajah dari kuman-kuman dan debu.
Tidak hanya itu, manfaat lain yang akan diperoleh yakni terlindunginya
kulit wajah dari infeksi bermacam-macam yang dapat menyebabkan masalah kulit
wajah seperti jerawat, komedo dan lain sebagainya. Selain itu, berwudhu juga
bisa mengurangi depresi pada wajah, membantu peremajaan kulit, serta membantu
kulit kita untuk bernapas.
Berwudhu dengan
cara membasuh wajah ternyata bisa membantu melindungi wajah dari kerutan.
Membasuh wajah bisa meremajakan sel-sel kulit wajah dan membantu cegah keriput.
Selain
itu, kita juga disarankan untuk berwudhu sebelum tidur. Hal ini termasuk sunnah
Rasulullah yang tujuannya agar setiap muslim dalam kondisi suci di setiap
keadaan, meskipun saat tidur.
Tentang
sunnah ini, Rasulullah telah menjelaskan dalam sabda beliau yang diriwayatkan
dari sahabat Al Barra' bin 'Azib bahwasanya beliau berkata:
"Apabila
kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk
sholat." (HR. Al Bukhari No. 6311 dan Muslim No. 2710).
3.
Cegah Masalah Kesehatan
Manfaat
wudhu secara medis salah satunya adalah pencegahan mulut dari penyakit. Selama
berwudhu dan ketika berkumur-kumur dapat membantu hilangkan partikel makanan
dan bakteri dari mulut.
Tidak hanya
itu, berkumur saat wudhu juga bisa menjaga mulut dari berbagai penyakit gusi
dan radangnya, dari kerusakan gigi serta memperkuat otot-otot mulut dan wajah
serta melindunginya dari infeksi saluran pernapasan.
Menurut
penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Microbiology Reviews Journal dengan
judul 'Penyakit Sistemik yang Disebabkan oleh Infeksi Oral' telah menemukan
hubungan antara kurangnya penyakit sistemik dengan kesehatan mulut.
Penyakit
sistemik ini termasuk Penyakit Kardiovaskular, Osteoporosis, Pneumonia hingga
komplikasi terkait diabetes.
Dalam
dunia kesehatan, istinsyaq sama halnya dengan nasal irigation yang berarti
mencuci rongga hidung dari segala macam kotoran yang ada di dalamnya mulai dari
debu hingga bakteri.
Dikutip
dari detikHealth beberapa waktu lalu, dr Bagas Wicaksono SpTHT-KL dari RSIA
Kemang Medical Care mengatakan,"Itu bisa membantu mencuci semua
kuman-kuman atau alergi yang kayak debu ataupun bakteri ataupun virus dari
hidung. Cuma kalau dilakukan harus sampai ke belakang."
Kalau
dalam sehari kita melakukan sholat 5 waktu dan setiap berwudhu beristinsyaq
sebanyak tiga kali, maka dalam sehari kita sudah membersihkan rongga hidung
sebanyak 15 kali.
Jika
rongga hidung bersih, kita tentu akan terhindar dari berbagai penyakit saluran
pernapasan seperti influenza hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
4.
Melancarkan Peredaran Darah dan Menghilangkan Sisa Keringat di Kulit
Selanjutnya membasuh kedua tangan serta wajah ketika berwudhu bisa
menghilangkan sisa-sisa keringat yang menumpuk di permukaan kulit serta bisa
membuat kulit dapat bernapas dengan baik. Menurut pakar ilmuwan, membasuh kedua
tangan dapat membuang energi buruk yang ada di dalam tubuh manusia melalui
ujung jari yang dialiri air.
Pada tangan sampai siku juga terdapat titik akupuntur yang bisa
menyembuhkan penyakit pada dada, paru-paru, tenggorokan, lambung, dan anggota
gerak lainnya. Selain itu, titik-titik tersebut juga bisa menghilangkan rasa
cemas.
Dikutip
dalam buku "Dahsyatnya Terapi Wudhu" oleh Muhammad Syafie
el-Bantanie, berwudhu yang dilakukan secara teratur bisa membantu lancarkan
peredaran darah. Saat kulit bersentuhan dengan air, maka akan terjadi
normalisasi suhu tubuh karena bertemunya suhu panas dalam tubuh dengan suhu
dingin air. Tubuh menjadi sejuk dan peredaran lancar.
Ketika
peredaran tubuh lancar, maka kerja jantung menjadi optimal. Hal ini mencegah terjadinya
penyumbatan pembuluh darah dan menghindarkan tubuh dari risiko serangan jantung.
5.
Membuat Otak Lebih Jernih, Merangsang Titik Pendengaran dan Keseimbangan
Telinga sehingga Mudah Berkonsentrasi
Langkah selanjutnya membasuh sebagian kepala/rambut ketika wudhu juga
dipercaya dapat membuat otak menjadi lebih jernih dalam berpikir, mempertajam
ingatan, mencegah kerontokan rambut serta bisa terhindar dari penyakit pikun.
Hal ini bisa terjadi karena pada area tersebut terdapat titik-titik yang
berhubungan dengan otak dan syaraf manusia.
Langkah membasuh kedua telinga dalam gerakan wudhu berarti membersihkan
telinga dari kotoran, debu dan kuman yang menempel pada daun telinga dan
lekukan-lekukannya. Selain itu, membersihkan telinga juga bisa merangsang titik
pendengaran dan keseimbangan telinga.
Dengan membasuh telinga ketika berwudhu tentu saja akan berpengaruh baik
terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung.
Pemijatannya juga seolah menstimulasi punggung dan ruas-ruas tulang belakang.
Saat berwudhu kita
diwajibkan untuk mengusap kepala dengan air. Ini akan memberikan efek segar
pada kepala yang membuat pikiran menjadi tenang dan mudah berkonsentrasi. Para ahli
saraf menyebutkan bahwa air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung saraf jari
tangan dan jari kaki dapat mempengaruhi konsentrasi dan pikiran.
Langkah terakhir adalah membasuh kaki disertai pijatan ternyata bermanfaat
secara medis untuk melindungi kulit area kaki dari serangan jamur.
Tidak hanya itu, gerakan ini juga dapat mencegah datangnya berbagai
penyakit kulit di area ini. Pijatan tersebut juga bisa mengaktifkan kembali
aliran darah di pembuluh darah di bawah kulit.
Orang
yang membasuh kaki sampai telapak kaki dengan air dapat memunculkan perasaan
tenang dan nyaman ketika telah selesai wudhu. Tentu saja hal ini bisa membuat
orang tersebut terbebas dari bertumpuknya emosi psikologi yang buruk.
Berwudhu
bertujuan untuk menyucikan diri dan jiwa. Wudhu memberikan manfaat yang sangat
besar bagi kesehatan. Bukan sekadar membasuh bagian-bagian tubuh dengan air
tetapi juga bisa menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit.
Ketika
melakukan sholat lima waktu juga tidak sah jika tak berwudhu. Abu Hurairah
mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Artinya:
"Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima, ketika masih
berhadats sampai dia berwudhu." (HR. Bukhari no. 6954 dan Muslim no. 225).
Dalam
surat Al-Maidah ayat 6, Allah mewajibkan kita untuk berwudhu sebelum
melaksanakan sholat. Al-qur'an menerangkan:
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat,
maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh)
kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan
jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air
(kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka
bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu
dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak
membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu
bersyukur." (QS Al-Maidah:6).
Dalam
agama Islam kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Dikutip dalam buku
"Kedahsyatan Wudhu" oleh Drs. Moehari Kardjono, berwudhu juga dapat menggugurkan
dosa, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw
bersabda:
"Apabila
seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, tatkala ia membasuh wajahnya,
keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya, bersamaan dengan
air itu atau dengan tetesan terakhirnya. Apabila dia membasuh dua tangannya,
maka akan keluar seluruh dosa yang dilakukan dengan tangannya, bersamaan dengan
air itu atau tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya, maka
keluarlah seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya, bersama air atau
tetesannya yang terakhir, sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari
dosa." (HR. Muslim).
Demikian
yang bisa kami sampaikan, semoga ada manfaatnya, dan kita dapat
melaksanakannya. Untuk itu marilah kita berdoa bersama
sama, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua, Yang terbaik
menurut Allah. Rabbana zolamna ampusana wa illam tagfirlana, latarhamna
lanakunannaminal khosirin, Robbana aatina fiddunya hasanah, wafil akhiroti
hasanah, waqina ajaa bannaar. Aamiin yaa Mujibbasailiin
Lebih
dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar, datangnya dari Allah SWT Yang Maha
Benar. Dan yang salah, khilaf, atau
keliru, datangnya dari kami pribadi
sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.
Akhirul
kalam, subhanakallahu maa wabihamdik, asyhadu allaa ilaaha anta, astaghfiruka
wa atuubu ilaik.
Wallahul
muwaffiq ila aqwamit thaaryq.
Wallahu
‘alam bis shawab.
Summasassalamu
‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Sungai
Tabuk, 09 Oktober 2020 M,
ASN
Penyuluh Agama Islam Kemenag RI Kab Banjar KUA Sungai Tabuk
Wakil
Sekretaris ICMI Orwil Kalimantan Selatan
Pengurus
Wilayah IGI Kalimantan Selatan
Wakil
Sekretaris Koalisi Kependudukan Kalimantan Selatan

Komentar
Posting Komentar